AKSI NYATA - MODUL 1.2

 

AKSI NYATA – MODUL 1.2

Nilai dan Peran Guru Penggerak

 

Oleh                            : Khawadits

Fasiliator                     : Eko Suyamto

Pengajar Praktik          : Anisa Fitri Nurhalida

Profil Pelajar Pancasila merupakan bentuk rencana strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024 sebagaimana tertuang dalam dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020.  Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

 

Profil Pelajar Pancasila merupakan target dari pelaksanaan program Guru Penggerak. Out putnya adalah Guru Penggerak diharapkan mampu membentuk siswa yang memiliki keinginan belajar sepanjang hayat dan memiliki jiwa pemimpin. Oleh karena itu seorang Guru Penggerak harus mapu memberikan pendidikan yang holistic, mampu mendorong tumbuh kembang anak,dan dalam setiap pembelajarannya selalu berpihak kepada murid.

 

Mewujudkan profil pelajar Pancasila pada murid bukan suatu yang mudah untuk dilakukan, namun bukan berarti tidak bisa untuk dilaksanakan. Mewujudkan dan menumbuh kembangkan profil pelajar pancasila pada murid memerlukan keteladanan dari seorang guru. Guru secara sadar harus mampu menjalankan 3 prinsip Among yang dikenalkan oleh bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantar. Ketiga prinsip itu adalan Ing ngarso sung tulodho (didepan memberikan contoh/teladan), Ing Madyo Mangun Karso (ditengah hendaknya memberi tuntunan), dan Tut Wuri Handayani (dibelakang memberi dorongan) dalam proses pendidikan di sekolah. Sebagai seorang guru kita harus menyadari bahwa guru sudah terlanjur dipandang sebagai orang yang dapat diteladani di tengah masyarakat, sehingga guru sesungguhnya memiliki kesempatan yang paling baik untuk menjadi teladan bagi para muridnya.

 

Lumpkin (2008) mengatakan bahwa guru dengan karakter baik memberikan bimbingan kepada anak dalam mengambil keputusan dengan mempertimbangkan nilai moral. Guru membantu anak memahami nilai kebaikan yang ada pada diri mereka agar anak meyakini bahwa nilai-nilai kebaikan itu merupakan bagian tak terpisahkan dari diri mereka sehingga anak akan terus menumbuhkan nilai-nilai kebaikan tersebut pada diri mereka.

 

Untuk mengejawantahkan apa yang menjadi tugas seorang guru, maka kita paling tidak harus mempunyai nilai-nilai sebagai Seorang Pemimpin Pembelajaran. Seorang guru Penggerak harus selalun berpihak pada murid dalam setiap tindakan yang kita tempuh. Guru juga harus mandiri dalam mengambil keputusan dan melakukan aksi nyata. Dalam menstransfer ilmu kepada murid, seorang Guru Penggerak dituntut selalu berinovasi, sehingga dalam proses pengajarannya tidak membosankan. Guru tidak boleh tertutup dengan teknologin yang sedang berkembang saat ini. Kita harus reflektif dengan perkembangan zaman. Dalam prakteknya, guru harus bisa berkolaborasi dengan rekan seprofesi dan semua warga sekolah, sehingga cita-cita besar sekolah dapat terwujud sesuai dengan yang direncanakan.

 

Lalu bagaimana peran seorang Guru Penggerak dalam wejudkan Profil Pelajar Pancasila? Ada enam peran yang dapat dilakukaj sebagai Guru Penggerak, yaitu:

1. Menjadi Pemimpin Pembelajaran

Pemimpin Pembelajaran berarti seorang Guru Penggerak menjadi seorang pemimpin yang dalam proses belajar mengajarnya. Kita diharapkan dapat menjadi manajer yang diteladania secara ikhlas oleh para muridnya. Seorang Guru Penggerak tentunya berperan besar dalam membuat lingkungan sekolah menjadi nyaman, aman, dan terkendali bagi para muridnya. Seorang Guru Penggerak diharapkan mampu berperan sebagai pemimpin yang berorientasi pada murid dengan memperhatikan segenap aspek pembelajaran yang mendukung tumbuh-kembang para muridnya.

 

2. Menggerakkan Komunitas Praktisi

Seorang Guru Penggerak diharapkan berpartisipasi aktif dalam membuat komunitas belajar untuk para rekan guru baik di sekolah maupun wilayahnya. Memang, pada bagian ini saya belum melakukannya denagn maksimal. Namun paling tidak kegiatan MGMP baik antar sekolah maupun diinternal sekolah sudah saya lakukan. Mudah-mudahan pergerakan yang lebih jauh lagi akan saya tempuh.

 

3. Menjadi Coach Bagi Guru Lain

Seorang Guru Penggerak diharapkan mampu mendeteksi aspek-aspek yang bisa ditingkatkan dari rekan sejawatnya. Kita diminta sebagai seorang coach  bagi guru lain yang bisa menjadi motifator dan juga bisa memantau perkembangannya. Sebagai seorang coach, seyogyanya dapat dijadikan kawan sharing dalam permasalahan yang terjadi antar pendidik.

 

4. Mendorong Kolaborasi Antar Guru

Seorang Guru Penggerak diharapkan dapat membuka ruang diskusi positif dan berkolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan di dalam dan di luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Pada peran ini guru harus bisa memahami apa yang menjadi pemikiran para guru lain, sehingga proses kolaborasi dapat berjalan sebagaimana mestinya.

 

5. Mewujudkan Kepemimpinan Murid

Peran seorang Guru Penggerak berarti membantu para murid ini untuk mandiri dalam belajar, mampu memunculkan motivasi murid untuk belajar, juga mendidik karakter murid agar sesuai dengan norma-norma yang sudah disepakati bersama. Kita tidak boleh lagi menjadikan para murid sebagai objek dari program-program sekolah. Mereka adalah para pelaku yang harus sama-sama kita temani dalam meraih masa depannya yang merdeka.

 

Demikianlah refleksi yang dapat saya tuliskan. Sudah barang tentu masih banyak hal-hal yang perlu digaris bawahi sebagai bahan perbaikan dikemudian hari.

 

Comments

Popular posts from this blog

REFLEKSI DWI MINGGUAN - MODUL 1.1

KONEKSI ANTAR MATERI – MODUL 1.4